Trips and Travels

Jumat, 13 November 2015

oooo

Maybe these topics: The current Muslim trends and perspectives on feminism. Within Islam and in pluralistic contexts, how do commitments to feminism, personal religious practice, and pluralism work together? How are they in tension?  What are the common stereo-type threats of Muslim women and how do Muslim women approach traditional interpretations of their roles? Can a Muslim woman remain faithful to her tradition while embracing a feminist worldview? Join us in this intriguing conversation as we unveil the many facets to understanding Postmodern Muslim Feminism.

Senin, 05 Oktober 2015

To get kids interested in maths we have to make it real

this one is a nice post from a good friend from AUS, let's have a look .

I'll start by being upfront. I take a very pragmatic view of maths. I'm not a pure mathematician. I'm not a person who finds it inherently beautiful... Sure it can be cool, interesting, illuminating even sometimes exciting, but never beautiful (at least in my mind). Fundamentally, I see maths as a tool, not something that should be studied for the sake of it. And I think that one thing our maths education forgets is that most people would agree with me. Much of what we learn in maths is fundamentally useless, or at least it appears that way. And this is a problem...
In a time when the amount on people taking higher maths is rapidly decreasing, we still continue teaching the same irrelevant problems. Graphing x against y is, by itself, useless. In reality, professionals rarely graph x against y, and even more rarely for the sake of it. Finding the midpoint of a line is not inherently useful either, if that line is just a line on a page. And, let's be honest, it's not very interesting either.
However, if we give these mathematical applications physical meanings, we make maths interesting and relatable to our world. Now we are graphing a car's speed against its time traveled, or we are finding the midpoint of a railing we want to hang flowers on. The maths we teach our children is almost always useful in the real world, its just not taught that way; this leaves pupils wondering "when will we ever need to know this?" This shouldn't be the case, we should make it clear where this knowledge will serve our students in the future. Sure some teachers can do this, but many either can't or try to. If we make these applications a part of our syllabus we increase the resources available to teach these things. Essentially, if maths is viewed as something that is useful students will study it and more will study it at a high level. Education is becoming more career centered and we need maths to appear as a solution to the increasingly difficult job market to make it appealing and increase enrollments.

Jumat, 04 September 2015

8 Tips Jika Anda Jomblo Lokal di Perth

Hahahaha
Sori banget kalo lagi baca judul yang agak miris begini, anyway, ini cuma perumpaan aja kok. Kali ini aku mau cerita soal pengalaman jalan sendiri dan nongkrong ga jelas sendiri pas waktu di Perth. Buat kamu para cewek, sekali-kali, keluarlah sendiri, makan sendiri di cheap resto (kalo emang ada duit yah boleh lah self-indulgence sekali kali di resto mahal) atau coba jalan gak jelas sendirian. IT WOULD MAKE ANY DIFFERENCE!

Karena sewaktu di Perth ini bukanlah dalam rangka holiday, walaupun juga disempet-sempetin holiday tipis tipis, tapi kayaknya gpp deh kalo aku sedikit share gimana cara memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan catch every moment di setiap kesempatan pas kamu pengen jalan sendirian.

Honestly, sebagai warga surabaya yang gak pernah naik public transport (haeyaaaah gaya banget *timpuk pake stiletto*) agak merasa merana juga pas awal-awal datang ke Perth, dimana taksi yang begitu mahal, sekali naik bisa 20-30 dollar (tips pertama: jangan sekali kali mikir mengkurs kan uang dollar ke rupiah, trust me baby, ngenes sendiri kalo lihat nasib mata uang negara kita, santai aja gak usah terlalu pelit sama diri sendiri), transportasi satu-satunya adalah naik bus atau jalan kaki, syukur-syukur kalau ada tetangga atau teman baik  kalian bisa nebeng naek mobil mereka atau pinjem sepeda..

Tips dan saran kedua kalau mau jalan jalan sampai malem pastikan jangan sampai lupa waktu kecuali kamu ada duit lebih buat naik taksi.
Tarif naik bis sekali di Perth itu AUD3, dan bus cuma keliaran dari jam 5 pagi sampai jam 12 malam terakhir. 
Enaknya di Perth transportasi seperti bus, haltenya dimana-mana, jadi tiap hari aku harus jalan kaki sekitar  5 menit buat nunggu bus dan bus disini ini TEPAT WAKTU. Inget banget pas hari pertama nyoba bus, aku sama temen-temen sok sok nyantai foto-foto dulu di sekitar jalan, yaelah pas kita mau sampai di halte pemberhentian, eh si bus langsung ngacir aja. Kalo di indonesia mah, kita ngejer bus, bus bakal berhenti sembarangan, kalo disini ditinggal yah ditinggal!! HUAAAAA , jadi kit harus puter balik ke halte lain yang jaraknya 3km karena bus di halte deket rumah baru ada 30 menit lagi, otomatis kalo nungguin bus selama itu kita bakal telat, WHAT THE FUCK. 
Jadi deh kita lari-lari ngejar bus di halte yang lain, which meant kita lari kenceng (dan ada satu temen yang kebetulan pake heels langsung dah di copot kayak bencong di kejer satpol PP hahaha) dan sampai dihalte yang lain, 1 menit kemudian eh si bus datang dan mempersilahkan kami para cewek-cewek yang ngos-ngos an kayak abis lari dikejar anjing. Untung juga pas itu pak sopirnya kebetulan ganteng :).
 
Tips ketiga: kalian bisa download aplikasi transperth di hape kalian, atau bisa buka www.transperth.co.au , gunanya dan enaknya bisa nunjukin jam, berapa jarak yg harus ditempuh dan harus naik tranportasi apa aja. Kalau gak mau ribet bayar receh receh di bus, bisa beli kartu bus di terminal terdekat seharga AUD10  kemudian bisa isi deposit.


Tips keempat bagaimana cara jalan-jalan tipis tipis sendiri di tempat orang adalah, THANKS TO TECHNOLOGY, manfaatkan GPS sebaik mungkin dan jika kalian payah dalam membaca peta , coba cari orang-orang yang keliatan ramah (biasanya orang-orang yg udah tua) dan bertanyalah dengan sopan kalau mau tanya jalan. Pengalaman sendiri , kalau tanya sama teenagers dan mas-mas kece tapi dongok adalah bukannya malah nyampai tujuan malah kesasar pas hari pertama jalan sendiri pas istirahat sekolah,  selidik punya selidik ternyata yah emang mostly penduduk Perth adalah "masyarakat pindahan" atau masyarakat urban atau imigran dan emang bener-bener gak hapal nama jalan.  Contohnya, temen aku Sam, dia orang Tasmania yang baru 2 bulan pindah ke Perth buat kerja, jadi dia kasik saran sama aku buat download aplikasi ini itu biar bisa mandiri kemana-mana, dan gak nyasar. Kalo tanya sama orang-orang tua biasanya mereka baik dan akurat kalo ngasik petunjuk. Tapi emang yg paling bagus yah, rely on yourself, belajarlah baca peta dan harus mandiri!

Tips kelima, selalu berhati-hati dimana pun anda berada terutama kalian wahai para wanita. Apalagi kalau anda jalan sendirian di daerah nightlife, seperti Northbridge. Jadi ceritanya, aku diajakin sama temen sekelas buat ke nongkrong di Bar. Karena baru kenal, dan aku juga sungkan, akhirnya kita janjian ketemuan langsung di Sports bar (yang katanya) di daerah sekitar Northbridge. Dengan modal nekat, aku pergi sore jam 7 malam abis buka puasa. Karena aku tinggal di daerah suburb, jam 7 di sekitar perumahan udah sepi banget, mana lampu jalan gak ada, jadi gelap banget begitu (jangan lupa kalian harus punya night vision yang baik, takuntnya kalau gelap jadi lupa jalan atau nabrak pohon). Aku duduk manis di halte di Albany highway depan perumahan. Di sekitar Albany Highway memang agak rame sih, banyak resto yang buka walaupun sepi pengunjung, secara itu hari weekdays ga banyak orang yang makan di luat (ga kayak di surabaya,  hampir gak ada warung yg sepi hahaha). 

Karena Bus yang menuju ke northbridge tidak ada (seharusnya aku bisa pakai kereta, tapi stasiun kereta jauh banget dari rumah). jadi aku cuma turun di sekitar Perth city terus jalan kaki menuju Northbridge. Lucky me, karena sebelumnya aku sudah pernah ke rumah Sam which is di daerah sekitar northbridge dan ingatan aku yang gak buruk amat, makanya sudah lumayan hapal kalau mau jalan ke Northbridge. TAPI masalahnya ini baru pertama kalinya jalan ke northbridge malam malam. Sam, tante ato bang Ara udah ngingetin kalo malam sebaiknya jangan jalan di sekitar Northbridge sendirian karena banyak orang mabuk dan mungkin ada orang-orang iseng yang seliweran. Pas mau masuk ke jalan northbridge tunnel yg lumayan sepi pas waktu itu, ada 4 orang cowo yang nguntitin dari belakang sambil siul siul, pertama cuek aja eh tapi jalan mereka makin cepet langsung deh aku lari kenceeeeeengg whuuzzz dan mereka cuma teriak , "Hey Miss, why are you running?". Pas udah sampai perempatan northbridge dan mulai mencari bar yang dituju, mulai deh jalan kaki lagi, dan pas noleh ke belakang 4 cowo itu sudah tidak ada lagi. Alhamdulillah.

Anyway, ternyata lokasi bar tersebut berada di..... Aberdeen street yang mana jauh dari Northbridge *ahahahaha ketawa garing*. Ternyata tempatnya nyempil di sekitar perumahan dan stelah aku hitung hitung ternyata 20 menitan jalan dari Northbridge (dan dihitung dari jalan kaki dari city ke northbridge 20 menit) jadi yah lumayan lah anggep aja joging malam plus ditambah ekstra lari kenceng dari mas-mas di tunnel. Sampainya di bar, ketemu temen dan karena gak bisa pulang malam takut gak ada bus yang lewat akhirnya aku pamitan pulang. Mungkin karena melas apa gimana, temen aku tadi nawarin aku pulang sampai ke halte bus di city. Dia sendiri dari sydney dan juga lupa lupa inget dimana apartemennya dia (hahaha dia cuma exchange student sama kayak aku), tapi rasanya pas perjalan pulang nganterin aku, dan disusul sama dua temennya dia yang berbaik hati mau ikut nganterin aku juga, akhirnya perjalan dari bar ke halte yang 40 menit itu jadi gak kerasa. 

Tips keenam, jika anda sendirian dan ingin makan di Perth, sekedar saran lebih baik pilih menu di resto yang ukuran mini. Boleh dibilang, aku ini mood-mood an kalo makan, kadang banyak kadang sedikit, tapi pas itu buka puasa dan keadaan lagi mau jalan pulang ke rumah akhirnya iseng beli Burritos di terminal. Dari contoh gambar sih, yang porsi mini kok fotonya kecil banget, nanti takut gak kenyang, dan porsi regular nampaknya cukup buat sekalian ngenyangin perut. Sebelumnya di Indo emang gak pernah makan burritos, isenglah mencoba, ga jelas juga mau pilih rasa apa, pokonya aku bilang ke mbaknya yang jual kalo kasik yang super pedes. Burritos reguler cukup murah untuk ukuran jajan di Aussie sekitar 8AUD dan yasalam ternyata ini mah porsi orang utan. Gila ! porsinya guedeee bangets!!!! sampe bingung harus makan mulai dari mana (iyah tau mulai dari baca Bismillah dulu) dan itu dalemnya isi full nasi sama daging. Walhasil, pas di bus coba makan , dan sampek pulang pun baru kemakan seperempat dan udah kenyaaang banget. Heran banget deh, pas hari-hari selanjutnya liat orang-orang sekitar yang makan buritos reguler bisa habis, mungkin dalem perut mereka banyak cacingnya *meringis*. Kalo perut-perut indo dan moody-an kayak aku gini sangat disarankan untuk membeli porsi mini saja kalo makan di resto. Emang porsinya sini porsi gorilla.

ps. rasa burritos tersebut... GAK PEDES DAN GAK JELAS. blame my taste then.

Tips ketujuh, bawalah benda seperlunya: uang secukupnya, dompet, copy paspor, hape, dan kamera. Toh lagian jomblo, jadi gak perlu ntraktir 'kan?
Dan MENGAPA COPY PASPOR? well, yah siapa tahu kamu tiba-tiba karena keasyikan ngobrol, terus tiba-tiba tas kamu mendadak hilang (Naudzubillah), atau misalkan keliru buang tisu di tempat sampah, eh ternyata tas kamu yang kebuang, atau kejadian aneh-aneh yang lain dan pelik untuk dijelaskan. Setiap aku keluar negri, aku gak pernah bawa paspor kalau jalan kecuali diperlukan banget misalkan untuk keperluan yang butuh paspor asli. Paspor asli lebih baik ditaruk di hotel atau tempat tinggal kamu aja. Dan selalu bawa copy paspor minimal tiga, dua buat cadangan, satu buat jalan-jalan. Karena kalau kita mau masuk bar biasanya ada pengecekan paspor, biar tahu kita udah cukup umur apa gak. Dan ga usah bawa uang tunai terlalu banyak, kalo ada kartu kredit lebih bagus sih, tapi aturlah pengeluaran kamu sedemikian rupa. Dan ambillah setiap kembalian walaupun itu receh, itu sangat berarti *wejangan ala Suneo*. Pernah waktu itu jalan sama temen, kita makan di nandos, dia sangat meremehkan kekuatan uang receh padahal kembalian recehannya lumayan banyak. Eh dia langsur aja ngeloyor pergi, uang recehannya masih di meja (mau aku ambil aja sih, tapi gengsi :'>) dan ternyata dia butuh receh buat bayar parkir, akhirnya terpaksa deh pake CC. Uang receh bisa dipake buat bayar kereta, bayar bus, dan koleksi. Usahakan kalau mau balik ke Indo, habiskan uang receh dan sisakan aja sedikit kalau mau buat kenang-kenangan. 
aku termasuk penghobi uang koin, maunya sih koleksi dikit aja beberapa, eh tapi karena kebanyakan ngumpulin koin di dompet dan lupa ngebelanjain, tau tau sudah ada 20 AUD di dompet (pantesan dompet berat ternyata isinya recehan, beneran kayak habis manggung dapet saweran koin). AND, for your infos, uang koin gak bisa ditukerin di money changer! ingat itu!!!

At last but not least, tips kedelapan adalah "selalu berbuat baiklah terhadap sesama" *ehem ehem ala mario teguh* tapi emang bener loh kalo kita ngelakuin good deeds nanti akan dibalas good deeds juga. Apa mungkin karena pas itu bulan puasa dan banyak sekali cobaan yang datang dan aku tetap bersabar :) Alhamdulillah sering banget ditolong orang dan dapat makan gratisan HAHAHA. Contohnya aku dua kali naik bus gratis, pak sopirnya lagi baik dan udelnya bodong atau memang dia kasian lihat anak Indo dengan wajah pucet kelaperan, berantakan pulang sekolah. Sempet ngerasain juga gimana nyasar di Fremantle dan dijemput sama temen pake mobil terus dianterin pulang, sering dapet makan gratis dan diundang ke Konjen hiihi.

Jalan-jalan sendirian dan jadi Jomblo lokal di tempat orang ternyata menyenangkan juga, bukan?





Selasa, 25 Agustus 2015

First day in Perth

26 June 2015

Halo halo sudah lama aku tidak menulis blog, hahaha,
melihat kembali isi blog aku dari tahun ke tahun yang terlihat tidak jelas, mulai galau lah, pacaran lah, apaan lah pokoknya yang serba ga jelas. Maka kini aku akan mulai membuat sebuah blog yang agak bermanfaat sedikit (mungkin), yah walopun ga manfaat juga gak apa-apa, mau dibaca silahkan, mau dihujat yah silahkan *jungkir balik*

Jadi ceritanya, ini kali pertama aku ke Australia, dan gak nyangka kok ke Perth sih, Padahal dari dulu pengennya ke Melbourne, kota seribu kafe, secara waktu itu tahun 2013 waktu naek pesawat perjalanan ke Bangkok, masih inget banget kalau pas itu baca AirAsia traveling magazine yang ada di jok kursi. Iseng baca , karena bosen mau ngapain, temen sebelah udah pada ngorok, aku baca ulasan tentang Melbourne. Wih bagus banget, sempet mikir kapan yah ke Aussie, kapan yah ke Melbourne, kapan ke Sydney dan gak terlintas di pikiran mau ke Perth.

Alhamdulillah, ternyata dikasik kesempatan ke Perth, hihi bersyukur benget lha yah. 

Aku naek Jet Star Indonesia dari Bali menuju Perth. yah namanya budget travel sih, apa yang mau diharapkan haha, pesawatnya sempit dan agak gak nyaman kalau emang pengen tidur dan leha leha di pesawat. dan kita gak dapat makan (padahal flight malem jam 1 am dan super laper tapi ga bawa cemilan, mau beli di pesawat tapi hemat uang) cuma dapet Aqua doank dan kalau mau kita bisa pinjem Tab gratis gitu buat nonton film atau mainan. Ada cerita seru dari perjalanan menuju Perth, jadi waktu di ruang tunggu ada mas mas bule unyu duduk disebelah aku. Kita cuma saling senyum sih, ga ngobrol gak apa, aku cuma mikir, "wah mas-nya ganteng moga moga duduk sebelahan HAHAHA" maklum waktu itu udah lewat jam 12 malam, jadi otak ini agak zonk.  Pas masuk di pesawat, waktu masukin tas ke kabin eh ternyata ada yang nyapa dari belakang, "excuse me, hello" dan pas aku noleh ... ziiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!! tenyata mas mas unyu itu tadi!!! wah aku shocked dan speechless!

o gosh... mungkin ini maksutnya cinta dalam kabin pesawat, o help me...
HAHAHA *ngaco*, 

Sebelum pesawat take off kita kenalan, aku gak semept tanya nama (bodonya yah.. :( ) pokonya dia dari Montpellier , Prancis dan kuliah s2 jurusan marine biology. hmm sexy nerd aku suka banget. Sepanjang perjalanan kita gak ngobrol, karena suara pesawat jet star itu ampun deh, bisa bikin kuping budek dan mungkin karena kepala ini sudah lelah akhirnya si cowok prancis ini tidur. Aku duduk di aisle seat, disebelah aku ada bapak-bapak tua yang ramah nyapa aku , "Apa kabar?" aku senyum dan bales, "kabar baik :)". Tapi kasihan tuh bapak, duduk disebelah 2 cowo aussie tatoan yang berisik abis, si bapak sampe pindah kursi di belakang, masih aja berisik, suaranya kueras banget mana obrolannya ga jauh jauh berkisar, "YEA FUCK MAN, I KNOW THAT FUCK MAN" yaelah keliatan banget tipikal cowo cowo aussie yang biasa kamu temukan di Bali hahah.

Anyway, si Bapak ini baek banget, aku agak get lost waktu isi kartu imigrasi pas di pesawat, disuruh nyebutin semua satu-satu benda apa yang kamu bawa, makanan apa, kena ebola apa gak (kalo kena panu gak usah disebutin), apa kamu kena gejala kayak flu dan lain lain. 
Saran dan tips aja sih , BILANG AJA SEMUA BENDA YANG KAMU BAWA DAN PLEASE TOLONG CATAT ULANG KAMU BAWA AJA, BIAR GAK LUPA KAYAK AKU NANTI CERITA TENTANG DI IMIGRASI ADA SENDIRI (sori capslock jebol, soalna ini bener bener what an experience banget, duh!)

nyampe di bandara Perth, sekitar pukul 6 pagi waktu Perth atau sekitar 1 jam lebih cepat dari waktu WIB, pas turun dari pesawat aku sempet ngobrol sama bapak tua tadi (mas mas prancis tsb entah sudah kemana, semoga kita berjodoh di lain waktu yah mas), ternyata beliau gak tinggal di Perth , tapi tinggal di Mandurah yang berjarak 1,5 jam naek kereta (hahaha sori ga pake kilometer). Aku cuma bengong, waktu si Bapak bilang aku disuruh maen ke Mandurah, aku cuma bilang "walah pak, this is my first time coming to Perth, i know nothing about this city, but we'll see, maybe i could give it a try". si Bapak meyakinkan lagi kalau aku harus dateng ke Mandurah haha (dan ternyata, YES! nanti aku ceritain part khusus yah, bisa klik langsung di link). Si Bapak ternyata seorang researcher tentang budaya dan dia lagi ada seminar di Bali, sempet kita ngobrol banyak, anaknya dua seumuran sama aku tapi lagi kuliah di UK, jadi dia tinggal sama istrinya doank, sempet mikir jangan jangan nih Bapak modus pengen cari menantu :'> dan ternyata gak juga sih, si Bapak ini emang ramah banget dan enak diajak ngobrol.


Beginilah gambar sekilas Airport di Perth, ga seberapa bagus sih kalau aku bilang, waktu itu masih banyak rekonstruksi sana sini tapi well at least okelah , kalau di bandingin sama Juanda T2 mungkin aku masih bilang bagus di Juanda, well tapi okesih, yang penting bersih dan gak terlalu sibuk juga atau mungkin pas itu masih pagi banget yah, Pas turun aku langsung di jemput sama host family, Bang Ara. Bang Ara ini saudara dari temen, berhubung kita ke Perth na orang 4 dari surabaya dan sama sama pertama kali ke Aussie, Alhamdulillah aja salah satu temen punya saudara yg lagi PhD disana. Waktu turun kita langsung ganti simcard pake Optus bayar 20 dollar untuk 2 minggu udah free call sama free internet 500 MB per hari (hmm mahal juga sih) tapi kata Bang Ara ini udah best value banget dan terhitung murah dibanding sama provider lain macem vodafone, kalau masalah sinyal entahlah, aku mikir kalo tinggal di kota yah pasti banyak sinyal. Tapi Optus ini lumayan worth it, sinyal bagus dan cukup hemat banget secara aku gunain buat banyak telpon ke teman teman pas di perth.

Aku dateng ke Perth waktu Winter, tapi Winter di Perth mungkin lebih kayak berasa dingin di Puncak atau dingin di desa desa di Indo (kalau anak Jawa Timur, dinginnya kayak di Cuban Rondo!). Ga ada salju, uniknya, tapi pohon pohon banyak yang meranggas. Iseng ngecek pas pertama di Perth suhu udara pagi itu 6C, menggigil sih tapi stelah masuk mobil bang Ara ternyata anget banget (yaiyalah mobilnya ada heater, plisss) terus kita menuju ke rumah host family kita di Temple Street, Victoria.

Waktu pertama dateng di Temple Street, aku suka lingkungan residennya, sepi, nyaman dan asri. Dan rumah kita deket sama Markas Freemason muahahaha ini beneran, kirain apa kok tiap malem banyak mobil mobil bagus jejer, ternyata disitu ada Freemason base dan itu cuma jalan 5 menit dari rumah host fam.
Host Fam kita orang indo, namanya tante Nurmala, orang medan. Tante kuliah di Curtin ambil PHd dan suami tante dan anak tante, si Michelle yang masih kelas 6 SD ikut juga. Kita banyak sharing sama Tante soal kuliah, dan lain lain. Well kalo aku bilang tante ini orangnya welcome banget dan kita bersyukur dapet juga host fam yang mau menampung kita anak anak slebor ini. Pas pertama dateng kita cuma beberes, berbenah, nata kasur (ga berani mandi soalnya dingin banget). Karena kebetulan pas itu puasa jadi kita ga makan dan gak minum dan tidur lagi sampe jam 3 sore. 
Jam 4 sore aku coba keluar, jalan jalan sendiri sama temen berdua doank.

Victoria Park disini semacam suburb yang banyak depot depot bertebaran, sepanjang jalan di Vic Park isinya cuma pertokoan dan depot yang sepi pengunjung, Kalau aku boleh bilang orang aussie ga suka jajan di warung kali yah, waktu itu aku datang hari Jumat, tapi kalau weekend biasanya rame sih, dan toko-toko disana juga pada  mau tutup (mereka cuma buka sampe jam 5/6).


Kita cuma jalan aja , sampe capek dan ternyata berujung ke sebuah taman (yang sampe sekarang namanya masih menjadi misteri, kita sebut saja taman bu victoria hahaha) yang enak banget buat duduk-duduk. Disana cuma duduk-duduk aja sih sama lihatin bus lewat dan orang orang pulang kerja. Winter di Perth sore itu sejuk banget dan gak dingin. Pas waktu maghrib kita pulang dan jalanan udah mulai sepi ... dan sore itu diakhiri dengan berbuka puasa dengan segelas air dan sereal. alhamdulillah :)




Rabu, 04 Juni 2014

love

I was just wondering why..

coincidence really does exist.

Yesterday i met them. Today i meet you. Or probably tomorrow i would meet someone who is much more interesting than all people I have ever known.

Let us think that how many people that actually do not give a fucking care about you anymore. How many people that you know as "ex-best friends", "ex-boy/girlfriend", or any "ex- whatever" you might call it.

Universe sometimes gives you a tricky game to play, also gives you playful people to frolic with.

Have you ever thought about how many opportunities will you get everyday to just meet some new people?

then you hang out with them, go to the beach together, seeing the ships at the south pier, drink coffee together, talk with them on a silly video call, texting, gossiping, tell your dirty little secrets,

you really get to know to each other.

On their birthday, you give them sweet present. When you are bored, happy, sad, or have some unimportant news, they are on your top list to share with.

you are attached to them. And you think they would feel the same way as you do.

Your life has changed. You are happy because you are surrounded by them.

On the contrary, somehow, people change. You don't exactly know why they have changed. You keep thinking, why oh why, they become so strange like you don't know them anymore. They hold back, or maybe it's you who is back off. Well, most of us were not born as a good mind-reader, therefore, we keep asking then blaming ourselves for what we did. Although, you don't know what you actually did which make them totally avoid you.

Shit happens, dude. First, we know them as a stranger or acquaintance. Next, we grow something up that we could call it "friendship", "relationship", "partnership" and sometimes, some people feel that those "-ship" terms jeopardize them. Perhaps, they are just afraid, they hesitate, or they are just unmotivated and can't see what is good about these "-ship" (s) anymore.

The result is they don't want to have fun with you anymore.
No reason, no saying any words.
Worst case, they delete you on any social networks.

But, you still keep their contact numbers, their emails, their address, sometimes you send them messages telling that you miss them and hoping that someday they will come back to see you.
Just so you know, only time will tell about it.

Do not worry, there are still some people who will always by your side, no matter what. Those people are pointless, maybe, because they don't know either why they still keep you, talk with you, hang out with you, kiss you, hug you, support you. They don't have any particular reason why they are happy to get along with you even most of time you make mistakes.

well, love is something that you cannot easily decipher.


Senin, 03 Februari 2014

The Origin Name of February

Though February is the shortest month of the year, it often feels like the longest in cold, snowy climates. Why does the month have only 28 days? 

First here’s a little history of our calendar. The original Roman calendar only had ten months, because the winter was not demarcated. In the 700s BC, the second king of Rome Numa Pompilius added January and February to the end of the calendar in order to conform to how long it actually takes the Earth to go around the Sun.The two new months were both originally 28 days long. It is lost to history why January acquired more days, though there are various unverifiable hypotheses. At that time, March 1 became New Years’ Day. Later, in 153 BC, the beginning of the year was moved to January 1.

The word February comes from the Roman festival of purification called Februa where people were ritually washed. There is a Roman god called Februus, but he is named after the festival, not the other way around. Other months, like January, are named after Roman gods.
The interesting linguistic story, though, lies in England. Before we adopted the Latin name for the second month, Old English used much more vibrant names to describe it. The most common Old English name was Solmonath, which literally means “mud month.” It is pretty clear what they were describing. A lesser-used term was Kale-monath, which meant “cabbage month.” We can imagine that the English were eating a lot of cabbage in February in the 1100s.

What do you think of February?

Rabu, 11 Desember 2013

a review of my first writing

i started to write a short story , a horror one, when i was 8 yo. i still remember, my brother bought me so many Goosebumps novels and i was so infatuated with them. RL stine is a great author, and i could say, he is one of my inspirations to write a novel when i was kid.

i loved to create fictional characters using my friends' names, or borrowing one of their prominent characteristics, or just secretly "spilled" their secrets in my stories, hahhaha. but this one i never forget is the novel i had created when i was 11 to 12 yo (during primary six to secondary one) about a vicious circle of love.

first of all, i wrote that novel was because i was inspired one of the movies i watched (i forget the title :/ it was a Hollywood - unpopular indie movie) and there was a character named Randy. Randy in that movie, was a popular and rich guy, and he dated most of girls in high school but he secretly loved a nerd girl but he couldn't reach a nerd girl he really liked, :/

from that moment, during the long holiday and nothing to do (because in 2002 i didn't have mobile phone, no laptop, and i was easily bored when i watched TV- TV sucks somehow-ah yes i know :/) that was the time i started writing my very first novel (it contains 102 pages btw :p)

the story is about Sabrina , a 14 yo girl who adored a cute lad (and also a football player) named Randy Montana (i swear, it happened before Hannah Montana itself exist!). Because Randy was very popular, Sabrina or Sabs was afraid to approach him, and only saw him from a far. and one thing changed Sabs' life when she lent Randy her homework. Randy thought that Sabs was cute and sweet girl and since then Randy always tagged along whenever she went. He called Sabs every night and asked her out to eat Ice cream together (it's a nice date for a junior high student, believe me :p). In fact, Randy never told her that he loved her, because he was too afraid and too shy to confess.

on the other hand, Mark, the smartest guy in the class, and also Sabs' good friend, felt jealous when he knew that Randy was in love with Sabs. He knew Randy's secret: Randy ever kissed a girl named Kate in the girls toilet :/ (i know it's suck hahahha). Mark told Sabs that Randy was a playboy and he was not good enough for Sabs, however, she didn't believe him. And suddenly Sabs witnessed Kate kissed Randy in front of his locker room. :o
Sabs was very angry and cried but she couldn't do anything, Randy knew it and chased her but he lost her. Randy apologized but she didnt accept it, "it's too late" she said. Randy told her that Kate forced him to do that thing.

Three days later, Sabs met Tom, a 17 yo high school student who played guitar at her school concert. Tom is mature and seductive, and he saw Sabs was alone in the canteen and he approached her, asked her name and her phone number. Later, Tom visited her house, brought a cute teddy bear as a present, and asked her for a date. They went out to watch movies, and they met Mary, Sabrina's good friend who was very excited and a fan of Tom. Mary thought Sabs flirted Tom and asked him for a date, and she was surprised when Tom explained to her that he wanted the date, not Sabrina. Mary was a bit sad, why wasn't her to have a date with Tom? but she only kept it and never spitted it out.

Later, on the way home, Tom kissed Sabrina in the car, it was her first kiss, Randy hadn't kissed her yet (too bad randy!), then Tom asked her to be his girlfriend. Unfortunately, Sabs couldn't answer it because she still had a feeling for Randy. Tom said, he could wait for the answer.

in the classroom, Mark felt pity about Sabs, because she looked pale, sick, and sad (it was because she was confused about choosing Randy or Tom). he asked why, and she explained all things that happened to her. Mark realized that there was no opportunity to get Sabs' heart so he decided to help her to reconcile with Randy.

Moreover, Randy knew that Tom tackled him, he dated Sabs and it made Randy furious. He came to Tom's school and punched him on his face, then Tom beat him too. In the final,  Tom won the fight (yeah, Tom was taller and more muscular than Randy :p).
Sabs knew that Randy was hospitalized after Tom beat him, and she looked after him and took care of him at hospital. Randy told her that he loved her so much and didn't want her to leave, he asked her to stay with him.
Then she said yes, she loved him too, since the very first time on the first day of school.

Sabs called Mark and told all about the recent story, Mark wanted to meet her at the basketball court. There, Mark confessed his feeling but it was fine if Sabs didn't want him too. Mark liked her  since second grade, and his feeling stayed the same. in the end of story, they remained good friend.


cheesy love story when i was just a kid, and well, i should re-write and publish it i guess :/

Minggu, 24 November 2013

fancy

you are cutie.. and everyone can't deny it.
you are the perfect thing i ve ever seen, and you know that .
you are like my brother, you did good things to me .
you always share stories, and i am a child who always believes in everything you say.

you look nice, i like your smile, your dimples, your curly hair, your skin.
i like the way you sleep, the way you dress up, the way you speak, the way you laugh,

you were mine
and i still cannot believe it, keep questioning it, why did you love me? did you really exist? or was it just a conspiracy?
you loved me, you had no reason for it, that was you said it.
and i said, "i love you, too. you are all that i wish"

we were just a boy and girl in love, i loved you, you loved me, we were happy lovebirds.
everyday i sent you mushy poetry
everyday i could not stop thinking about you,
everyday i sang a cheesy love song to you,
at midnight, i called you and asked, "do we see the same moonlight?"

but, we are not together anymore, you walk on your own, and i keep sauntering my path.
there is no traces but the memories, your pics on my laptop, and your bad smelly shirt.

and that is all the shitty things we said, "we can still be good friend after this" has been forgotten.
cause i know, or maybe you feel it too, every time we meet and talk would recall our reminiscence.
then we agreed that "get a life" and "mind your own business" are the proper words to remain.

years past, and probably i realize that i was too young and too dumb in love with you.
perhaps you were just a part of my beautiful obsessions.

now you move on, so do I.
and there is nothing to regret, i can assure it.
only when the rain comes, the petrichor will resonance this memory ever and ever again. But promise you, i would not be sad,
because someday, we'll retell this story whilst drinking coffee and make jokes of it.
and say, "Gee, still can't believe what we had done when we were just youngster! What a folly but fancy at the same time!"

welly welly well yes,
love can be so funny :)

Selasa, 22 Oktober 2013

mencintai itu bebas, menikah itu paksaan

y'ello :)

well, okay. setelah habis banyak membaca bahan bacaan yang tidak bisa dicerna, lalu kemudian ditinggal mandi dan balik baca lagi dan masih nggak bisa dicerna juga bacaannya. akhirnya terbesitlah mau nulis note ini.

Note ini dibikin tidak berdasarkan apa-apa, bukan curhat, bukan mau nge-judge, dan bukan apa-apa . yah cuma nulis aja. so here we go folks!

jadi begini, tadi pas makan bakso depan rumah (yaelah emang ga elit banget) ada seorang tetangga yang ikutan beli bakso juga. kebetulan si pedagang bakso ini punya TV yang lagi nyiarin pernikahan keraton Jogja (yah walopun siarannya gak bening-bening amat) lalu kemudian nyeletuk,

"harusnya semua stasiun tV nyiarin pernikahan keraton , gak cuma TVRI ajah yang burek kayak gini"

well, aku manggut-manggut sambil nunggu antrian bakso

kemudian,
"opo'o nek siaran e pangeran Inggris disiarne seluruh TV Indonesia. Ga masuk blas"

aku cuma mbatin, wah nasionalis banget orang ini, ada benernya juga sih yah. Kenapa kok siaran kawinannya Kate dan william semua statsiun TV berebut nayangin, padahal kita punya keraton juga di Jogja yang ga kalah kece dan keren. Aku setuju sama orang ini.

Kemudian,
"wong Indonesia saiky sithik-sithik senengane nang Londo, opo-opo Londo, Rabine njaluk karo Londo, ga gelem karo wong Indonesia maneh (Orang Indonesia sekarang maunya apa-apa Barat, Nikahnya pun minta sama orang Barat, gak mau sama orang Indonesia)"

aku cuma mikir... "allahu akbar, ini kenapa sih orang ._."

hagagag, bukannya atau gimana atau giman yang gak gimana gimana. Kita tahu lah yah, most of indonesia people itu kalo lihat eropa ato orang eropa (ga munafik, saya juga ahahah :p) itu kayaknya, "so wow" banget. Kalo istilah kerennya sih Anglophilic. iyasih ituloh "fetish berlebihan terhadap kaum-kaum anglosaxon" .

tapi kok saya agak gak setuju sama yang satu ini.
Menurut saya, nikah itu sakral banget loh, kok picik banget yah bilang "wong indonesia gak gelem rabi karo wong Indonesia, njaluke Londo".
Orang nikah kan punya berbagai alasan: kecocokan, harta, atau apapunlah yang bisa dijadikan alesan (atau alasan "pokonya dia bule" pun bisa dijadikan alasan sih :p)

tapi yah gak gitu juga kali yah, nikah sama bule bukan berarti menganggap bule itu superior, itu masalah selera ajah sih, misalnya,
"aku suka makan bakso, ga suka makan pizza"
itu bukannya berarti kita udik, lah emang gak doyan pizza mau gimana coba?

"aku gak suka sayur lodeh, tapi sukanya burger"
balik lagi masalah selera, lah emang ga suka makanan bersantan macam gini mau gimana ._.

yang jelas bila seseorang memutuskan , "okey, aku mau nikah sama kamu" itu kan juga bukan keputusan mikir 5 menit, paling gak lah bertapa gitu dulu di kamar mandi, atau gulung-gulung di kasur gitu cari wangsit. Di belahan dunia manapun, menikah itu konsekuensi dan keputusan yang besar banget.
Menikah memang kadang gak bisa sesuai dengan apa yang kita mau, tapi paling nggak , kalo memutuskan menikah itu kan berarti ada alasan (atau paksaan :p) kan?

satu lagi masalah stereotype, "kamu kalo nikah sama bule, paling awet mah 10 tahun"
ini macam apalagi cobak ._. back in the old days, buyut guweh nikah sama bule juga sampek kakek-nenek kagak kenapa-kenapa tuh, kagak cerai, kagak gimana juga ._.

terus macam apalagi coba, "nikah harus sama orang Jawa"

allahu akbar, ini namanya chauvinist dan mengkotak-kotakkan manusia, kenapa cobak ada satu keluarga yang anti banget sama ras dan suku tertentu. Hello, terus kalo udah terlanjur cinta gimana? cinta kan gak bisa milih?

Kalo misalnya emang sekarang kamu cintanya sama orang arab, negro, pakistan, india, belanda, eskimo, emang bisa yah dicegah? :(

Kamis, 22 Agustus 2013

The Great Gatsby Movie- with me as the Director

hellooo old sport!

(gaya banget nih guweeeh manggil old sport :p ketahuan kalo habis nonton Great gatsby)
kali ini aku mau mengulas tentang film Great Gatsby. hahahha 
kayakna basi banget yak, udah diputer Maret 2013 kemaren tapi review na baru sekarang. Okelah tak mengapa, sebenerna mau nulis dari awal aku habis nonton dulu sih tapi karena malas banget yah akhirnya baru kesampaian skr.. *maapkan*

first of all, aku mau bilang makasih sama ini http://byotenega.wordpress.com/ blog . Agak telat sih ngikutinnya (kamu kemana ajah Ve, baru sekarang nulisnya, padahal batas akhir penulisan tanggal 31 Agustus 2013) okey aku mau jawab.. aku sibuk bingiittt... sibuk mainan sama leha-leha, terhitung deh ada 5 bulan ini aku nggak baca buku sama sekali *Gila, tampar aku sekarang*. Kerja yang nggak pas bikin kamu nggak nyaman, nggak nyaman tidur, nggak nyaman makan, bahkan nggak nyaman ngapa-ngapain. Meskipun nulis! eh tapi yasudahlah, kok jadi malah curhat. hagagga, okesip here we go

aku mau ngulas film Great Gatsby, udah pada tau kand film Great Gatsby?
Jangan bilang nggak tahu, apalagi kalo kamu anak Sastra Inggris (sini aku jitak kamu ngaku anak Sasing tapi nggak pernah baca Great Gatsby).
Aku dulu pertama kali baca jaman kuliah semester 4, ini buku wajib yang dibaca , secara buku paket aku dulu *ceileh buku paket, sekolah di SD Negeri mana non?* mengulas semua teori filosofi dan sastra dengan mengambil contoh dari novel ini. Hhahahaha, nasib masuk kuliah sastra, kamu harus sering-sering baca buku, sering-sering lihat film dan ngebandingin. Apa filosofi dari karya sastra itu, apa moral value yang diangkat dsb dan bla bla bla (untuk lebih jelas silakan kuliah di fakultas sastra guys ;) )

Sebenernya ini ulasan iseng-iseng sih. Bukan mengulas isi cerita atau gimana. Tapi kemarin salah satu student aku minta tolong untuk mereview salah satu novel dan bagaimana film itu nantinya akan dijadikan sebuah film. Pura-puranya sih kita yang jadi Producer dan Sutradara dan mau bikin film yang kayak gimana. Jadi mulai pilih ide cerita, screenplay, casting dsb (FYI, student aku ambil kelas sastra di sekolahnya, cool x) ). Jadi pas kemarin aku tunjukkin film Great Gatsby versi terbaru 2013 (yg main si ganteng Leo di Caprio) eh dia langsung suka. Pas aku sodorin novelnya, dia nggak mau baca. hahhahaha

padahal novelna ga tebel-tebel banget sik., Tapi bahasanya emang agak too classy. Secara lah dia masih ABG, ogah baca gituan. Tapi beberapa bulan lalu dia dibeliin sama bokapnya novel Anna Karenina yg tebelna duileeeh..english version pula. HAHAHAHHA. makan tuh *smirk*

Jadi i helped her to choose the actors and actresses  for the roles in Great Gatsby.
Jadi ceritanya, kita jadi tukang Casting dan Sutradara Hollywood yang pura pura mau bikin film versi taun 2014. hahahha, okay here is the list :


yang jadi Nick Carraway


TA-DAH!

iyeee kita akhirnya pilih Ryan Gosling, hahahhaha. Kecakepan yah? iyah sih, Ryan Gosling nggak ada cupu-cupunya kalo dibandingin Tobey Maguire. tapi kalo di novel Nick Carraway itu diportrayed sebagai "cowok canggung dan tinggi" . well, aku pikir sih justru Tobey Maguire yg agak gak cocok, habis dy boncel sih ._. lagipula di The Notebook, badan Ryan Gosling yang kurusan udah cocok banget jadi Nick Carraway, yah kalo kalian kebanyakan lihat Ryan Gosling maen film film oke, dengan muka dy yg gentle pasti kalian mikir kayakna kalo dia maen jadi Nick di Great Gatsby boleh juga sih. Kalo kata dunia perfilman, improvisasi karakter, jadi dia bisa maen karakter apa aja gitu. Tapi kalo dilihat lihat , mereka berdua ada kemiripan deh .



yang jadi Daisy Buchanan


yups. anda benar! INI MICHELLE WILLIAMS!
tampangnya udah kayak emak-emak jaman taun 30 an ,dengan rambut blonde dipotong pendek banget. cocok banget kan sama karakter Daisy Buchanan yg diperanin sama Carey Mulligan
nah kalo yang ini Carrey Mulligan

udah kayak saudara kembar yah mereka?

jadi semisal kalo Carrey Mulligan gak dapet peran jadi Daisy ato semisal ada Great Gatsby versi terbaru, Michelle williams emang cocok banget dapet peran itu. Muka-mukanya mereka itu kayak gadis cantik yg rapuh dan mengharap cinta gitu ,hahahha.

yang jadi Tom Buchanan:

ENG-ING-ENG

ROBERT DOWNEY JR

entah yah mengapa, student aku pilih orang ini, ketika aku njelasin kalo karakter Tom Buchanan itu ganteng, parlente tapi sombong dan sok. Kita berdua langsung bilang, "Robert Downey Jr!" , "yang jadi The Iron Man!". jujur aku kurang suka sama aktor ini, gak tahu deh gayanya dari dulu gini-gini doank. Tapi yasudahlah, mukanya dia emang udah borju abis. Dan cocok sama karakter Tom (atau mungkin dia aslinya juga kayak gini yah? *no idea*)
btw, ini yg jadi Tom Buchanan di Great Gatsby edisi 2013. Gantengan om Tony Stark sih yah emang. 



yang jadi Myrtle 

kalo yg versi 2013 yg jadi si binal Myrtle itu Isla Fisher, (dan karakter si myrtle ini bener-bener harus binal abis). kayakna kalo aku bikin versi aku sendiri aku bakalan milih Marion Cottilard. hahahhaha, i know i know. kalo aku milih Marion Cottilard entar Great Gatsby bakalan jadi twisted story. Karena Marion emang bukan binal biasa (BBB). Coba lihat dia pas lagi maen di Midnight in Paris, waktu dia jadi Adriana, dan juga jadi pacar/selingkuhan imajinernya Owen Wilson. Dia oke banget jadi cewek binal, tapi binal yang punya sedikit...sisi gelap. Tapi yah kalo aku jadi sutradara, agak maksain si Marion ini biar jadi bener-bener the real party slut gitu sih, bisa lah yah...

Honestly, aku suka sama mukanya dia. Cantiknya alami ala gadis gadis prancis. jadi kalo misal dia beneran jadi Myrtle, kira-kira dandananya harus semerah ini.

MARION COTTILARD


ISLA FISHER

Yang jadi Jordan Baker, sahabat na si Nick dan Daisy

Agak susah sih milih karakter Jordan baker ini, cewekna harus tinggi, sporty, dan memiliki karisma yg cantik dan agak sedikit quirky. Agak puyeng juga pas bantuin student aku buat milih aktris hollywood mana yang pas jadi Jordan, dan voila ! kepikiranlah aku sama Anne Hathaway!
Inget pas dia maen film apa gitu (yang dapet oscar, aku lupa, Les Miserables bukan?) yang rambut dia dibabat habis jadi pendek banget! yes! she got that classy look!
Jordan yg punya jaunty body, agak sedikit nakal dan sedikit plin plan cocok banget kalo dimainin sama Ms. Hathaway ini. Sempet kepikiran pakai Natalie Portman apa yah, tapi Natalie terlalu pendek kalo jadi Jordan ;p .
Lagipula, sisi tomboy Anne bisa dikeluarin, keliatan kan pas dia maen The Dark Knight Rises yg jadi Cat woman? keluar banget aura "tangguh" na dia. Cocok deh mainin karakter jordan, yg di novel diceritain sebagai seorang borjuis dan pe-golf terkenal.


dan yang dibawah ini yang jadi Jordan Baker di versi 2013 ELIZABETH DEBICKI



yang jadi George Wilson, suami dari Myrtle Wilson

nah kalo yang ini yang main di versi 2013 kemaren. Agak susah juga sih, kira kira siapa yah cocok mainin karakter George Wilson yang  cupu, dan payah dan gampang dibohongin ini. Student aku nyeletuk, "sudah daripada kita pusing, mari pakai Johnny Depp saja". GILAAAA. SUPER GILAAA. Johnny Depp mana ada tampang kayak gini? dipaksain susah mah, jadinya malah aneh, bukan twisted lagi. stelah berpikir panjang dan (serius) butuh waktu hampir 45 menit. Akhirnya aku menemukan ini


SEAN ASTIN

yups, ini Sean Astin! yang jadi Sam di film LOTR. Agak mirip kan sama yg jadi George Wilson (foto atas). yah meskipun agak imut-an Sean astin, tapi mukanya dia pas banget sama apa yang digambarin di novel. Bodoh, dan tidak berdaya. Semisal kalo dipasangin sama Marion Cottilard fit juga kan? Marion yang cantik dan punya sisi gelap, butuh orang yang kayak Robert Downey, yang bisa memahami sisi liarnya. Sean Astin tampangnya juga cocok kalo jadi orang galau dan kalut dan akhirnya bisa ngebunuh Gatsby di akhir cerita.

the main menu: siapa yang cocok jadi Jay Gatsby?

jujur ini yang paling susah, siapa yah yg cocok jadi gentleman macam Gatsby, selain Leonardo di Caprio berikut ini adalah foto pemeran gatsby dari masa ke masa (kiri-kanan: tahun 50an, 70an, 2000, 2013, fyi aku paling suka yg jadi Jay Gatsby tahun 70 an, namanya Robert Redford). Meski film versi 70 an ga sebagus versi yg 2013, tapi kalo boleh bandingin setelah nonton kedua versi, karakter jay gatsby lebih mengena dan lebih menjiwai yg versi 70 an,Robert redford lebih cocok sama karakter yang ada di novel daripada Leo. (hanya untuk karakter Jay Gatsby na saja, kalo tokoh yg lain versi 2013 is much better). Kalo yg versi lain aku belum nonton.

nah lalu kira-kira siapa yg cocok untuk berperan sebagai Jay Gatsby untuk film versi aku ini sendiri. Susah banget emang, aku suka Christian Bale, tapi Christian Bale badannya terlalu tinggi untuk karakter Jay Gatsby, lagipula rambut Mr. Bale nggak pirang :p  (kalo yang ini mah bisa disemir kaleeee). 
setelah menimbang dan menimbang, aktor yag rambutnya cocok buat di trimmed kayak gitu emang cuma ini .

 TOM CRUISE :D

iyeee, coba bayangin, Tom Cruise dengan rambut semi-blond nya pake jas kuning gading macem Leo yang ada di foto atas. lagipula, Tom cruise udah sering maen film drama yah, jadi cocok ajah kalo dia jadi Jay gatsby (yah walopun tampang agak ketuaan juga sih). Badan tom cruise juga nggak tinggi (168cm sama kayak Leo, kurang lebih lah). Dan pas banget kalo dipasangin sama Michelle williams.

Overall, kalo misal beneran semua peran yg ada di Gatsby ini macem bintang kelas wahid semua kayak gini., Budget yang dikeluarin mahal donk yah :( , kalo misal kalian disuruh bikin list aktor buat casting Jay Gatsby kira-kira kalian bakal pilih siapa nih? :)

pilih aktor buat casting juga nggak gampang loh, ini contohnya, kalo kalian pernah nonton The Godfather (film tahun 70an yang kece abis), sang Sutradara Ford Coppola punya beberapa list pemain sebelum akhirnya terpilihlah Marlon Brando dan Al pacino .

here is the proof . enjoy.